AsiaButterflyTraveler.com| Sudah beberapa kali aku bertandang ke Jakarta! Sudah lama ada niatan
ingin mencoba naik MRT yang lagi famous
itu di sosial media. Namun, dua bulan terakhir ke Jakarta; Mau naik MRT hanya
sekedar impian saja. Tidak terwujud! Eh, beberapa pekan lalu, waktu ke Jakarta
lagi, akhirnya bisa juga menikmati naik MRT di Ibu kota Indonesia. Walaupun
beberapa tahun kedepan, sebutan Ibu kota Indonesia akan berubah tetapi tetap
sebagai kota metropolitan Indonesia yang super duper padat merayap.
Tunggu menunggu, kala itu aku janjian dengan teman masa kuliah aku.
Kebetulan dia tahu, aku sedang ada di Jakarta dari status sosial media aku,
tentunya. Akhirnya, janji temu lah di lokasi tengah MRT yakni di MRT Plaza
Indonesia atau Bundaran HI. Saat itu, aku menunggu di seberang Plaza Indonesia.
Ada bangku nyaman dan teduh, meskipun sesekali mentari nakal mencoba untuk
membakar kulit aku dari rimbunan pepohonan yang ada di sana. Thanks, I like
green; jadinya pohon rindang itu melindungi aku dari sengatan nakal sinar
mentari.
Tidak lama kemudian, teman aku pun memberi kabar. Dia sudah berada di
MRT statiun Plaza Indonesia. Berhubung dia datang bersama anaknya, automatis
aku yang datang menghampirinya. Tidak perlu basa-basi lama, karena kami memang
orangnya cuek. Maklum, sudah kenal sejak masih duduk dibangu kuliah. Walaupun
bertahun-tahun tidak berjumpa, tidak ada rasa cangguh atau jaim diantara kami.
Ya, sudah kita masuk ke dalam statiun MRT.
Di sini mulai terlihat keunikannya, begitu memasuki MRT. Ada tangga jalan yang menuju ke bawah tetapi tangga biasa menuju ke atas. Wah, lumayan semput juga tuh kalau naik tangga manual hahaha, pikir aku. Menuju loket tiket lumayan juga begitu sampai di dalam. Setelah membayar biaya tiket seharga 8,000 IDR untuk menuju Block M dan juga membayar biaya jaminan kartu MRT sebesar 15,000 IDR. Dimana, jaminan uang kartu MRT ini bisa dikembalikan, apabila kaian sudah selesai menggunakan MRT. So, no worry!
Meskipun begitu, masih banyak juga orang yang tidak paham bawasanya uang
15,000 IDR itu bisa dikembalikan di stasiun mana saja. Soalnya, beberapa kali
ngantri tiket, masih banyak orang yang nanya mengenai hal tersebut.
Bersyukurlah, meskipun saat ini status aku adalah orang pulau tetapi tidak cupu banget lah. Kan, Pulau Bintan yang
jarak ke Negara Singapura hanya sekitar sejaman kalau dari kota Tanjungpinang.
Kartu mesti di tap dulu ke mesin, kemudian langsung deh cap cus menunggu
kereta api atau MRT-nya. Berhubung masih belum banyak jurusan, jadi naik dari
sisi mana saja BISA. Ya sudah, tidak lama kemudian. Kereta api pun datang, kami
naik dan duduk. Tidak terlalu ramai, karena bukan jam sibuknya Jakarta kali ya.
Berasa sebentar sekali naik MRT, tau-tau sudah sampai saja ke Block M.
Wah, seru banget naik MRT. Bersih dan masih tercium bau gerbang baru hahaha.
Ya, semoga makin banyak orang yang menggunakan MRT. Selain harga masih
terjangkau, bebas macet dan cepat juga koq menanti MRT berbeda penantian
menggunakan Computerline.
Sampai jumpa di kisah jurnal lainnya. Jangan lupa, share ya pengalaman
kalian waktu naik MRT di Jakarta, seperti apa?
I am not Youtuber but You can see The Video here
Be traveler as the way you are
XOXO
Visit my storycitra, kitabahagia, jejak cantik, petunjukhidup, ngerumpi blog
No comments